Kenaikan anggaran pendidikan nasional pada tahun 2009 salah satunya difokuskan untuk meningkatkan peralatan di sekolah menengah kejuruan atau SMK. Sebanyak 5.000 SMK negeri dan swasta di seluruh Indonesia akan mendapat kucuran dana untuk mengadakan dan memperbarui peralatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan pembelajaran berkualitas di masing-masing sekolah.
"Setidaknya untuk komputer, semua SMK harus sudah punya pada tahun depan. Selebihnya, peralatan lain yang dibutuhkan untuk meningkatkan pembelajaran di SMK," kata Direktur Jenderal Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno di jakarta, Jumat (29/8).
Menurut Joko, anggaran untuk SMK yang saat ini mencapai Rp 1,9 triliun akan dinaikkan minimal dua kali lipat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memfokuskan kenaikan anggaran pendidikan 20 persen untuk pertamakalinya tahun depan utnuk kesejahteraan guru, peningkatan mutu SMK, pendidikan dasar sembilan tahun, dan kesejahteraan dosen dan peneliti.
Kepala SMKN 1 Pacet, Cianjur, Jawa Barat Akib Ibrahim menyambut gembira perhatian pemerintah untuk meningatkan mutu SMK. Di SMK bidang pertanian, sekolah ini masih membutuhkan laboratorium benih dan penyakit untuk bisa meningatkan keahlian siswa sebagai teknisi menengah di bidang pertanian.
Selasa, 06 Januari 2009
Seratus Lembaga Pendidikan Wirausaha pada 2009
Kementerian Negara Koperasi dan UKM akan membentuk 100 lembaga pendidikan wirausaha di tingkat pedesaan pada 2009 dengan dana yang disediakan sebesar Rp 20 miliar.
"Pada 2009, kami akan menyalurkan dana Rp 20 miliar untuk pembentukan Tempat Pendidikan Keterampilan Usaha (TPKU) di 100 lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren," kata Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Neddy Rafinaldy Halim di Jakarta, Senin (5/1).
Ia mengatakan, dana itu memang menurun dibandingkan alokasi untuk kebutuhan yang sama pada tahun lalu. Namun, Neddy menegaskan jumlah tersebut masih sangat mungkin untuk dikoreksi. "TPKU ini kan memang sangat potensial sebagai upaya untuk menumbuhkan wirausaha baru. Jadi, untuk persoalan dana masih sangat mungkin untuk ditata kembali," katanya.
Menurut dia, jika jumlah TPKU sebanyak 714 tempat di 32 provinsi seluruh Indonesia diberi perkuatan bantuan dan difasilitasi, hal itu sama saja dengan mendorong tercetaknya wirausaha baru dari 714 lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. "Kalau kita dukung perkuatannya, itu dapat meng-cover setidaknya 14.100 siswa yang mendapat fasilitas pelatihan wirausaha sehingga berpotensi menjadi calon wirausaha baru," katanya.
Pada 2008, Kementerian Negara Koperasi dan UKM menyalurkan dana hingga Rp 47 miliar bagi 235 lembaga pendidikan pedesaan, termasuk pondok pesantren yang tersebar di 31 provinsi.
Bantuan itu ditujukan untuk pengembangan TPKU yang disalurkan bagi 235 lembaga pendidikan sehingga masing-masing lembaga menerima Rp 200 juta. Dana itu diharapkan dapat segera direalisasikan untuk membangun atau mengembangkan TPKU agar dapat tercipta wirausaha-wirausaha baru di pedesaan.
"Dana itu diharapkan dapat digunakan untuk pengadaan tempat praktik dan fasilitas-fasilitasnya di lembaga pendidikan setingkat SMA," katanya.
Selain pengadaan tempat, sebagian dana harus digunakan untuk pengadaan fasilitas dan perlengkapan pelatihan.
Gedung TPKU dianggarkan sebesar Rp 100 juta, sebanyak Rp 50 juta harus digunakan untuk pengadaan peralatan, dan sisanya Rp 50 juta untuk biaya operasional. Neddy mencontohkan, TPKU dilengkapi dengan mesin jahit, alat-alat perbengkelan, dan lain-lain.
Guru atau mentor setempat akan melatih siswa-siswanya di TPKU sehingga diharapkan setelah lulus nanti mereka menjadi wirausaha baru di desa atau daerahnya masing-masing.
TPKU memang untuk menyiapkan siswa-siswa selevel SMA, termasuk pondok pesantren, menjadi calon wirausaha sehingga sama sekali tidak berorientasi bisnis.
Untuk menerima bantuan serupa, lembaga pendidikan yang bersangkutan harus mengajukan diri kepada Dinas Koperasi kabupaten/provinsi setempat agar diusulkan ke Kemenkop.
Kemenkop juga telah menetapkan sejumlah persyaratan tertentu bagi lembaga pendidikan penerima, di antaranya sudah beroperasi minimal selama dua tahun. "Untuk 2009 ini sudah ada lebih dari 900 lembaga pendidikan mengajukan untuk mendapatkan bantuan TPKU," katanya.
Pihaknya menetapkan penurunan target lembaga pendidikan penerima hanya sebanyak 100 lembaga pendidikan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah. "Kami masih melakukan konsolidasi program dan anggaran untuk 2009. Tapi Menkop sendiri menginginkan agar anggaran diperkuat dan lebih besar untuk program ini," katanya.
Untuk anggaran 2008, serapan anggaran dari Deputi Bidang Pengembangan SDM sudah mencapai lebih dari 94,14 persen dari total anggaran 2008 sebesar Rp 76 miliar.
"Pada 2009, kami akan menyalurkan dana Rp 20 miliar untuk pembentukan Tempat Pendidikan Keterampilan Usaha (TPKU) di 100 lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren," kata Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Neddy Rafinaldy Halim di Jakarta, Senin (5/1).
Ia mengatakan, dana itu memang menurun dibandingkan alokasi untuk kebutuhan yang sama pada tahun lalu. Namun, Neddy menegaskan jumlah tersebut masih sangat mungkin untuk dikoreksi. "TPKU ini kan memang sangat potensial sebagai upaya untuk menumbuhkan wirausaha baru. Jadi, untuk persoalan dana masih sangat mungkin untuk ditata kembali," katanya.
Menurut dia, jika jumlah TPKU sebanyak 714 tempat di 32 provinsi seluruh Indonesia diberi perkuatan bantuan dan difasilitasi, hal itu sama saja dengan mendorong tercetaknya wirausaha baru dari 714 lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. "Kalau kita dukung perkuatannya, itu dapat meng-cover setidaknya 14.100 siswa yang mendapat fasilitas pelatihan wirausaha sehingga berpotensi menjadi calon wirausaha baru," katanya.
Pada 2008, Kementerian Negara Koperasi dan UKM menyalurkan dana hingga Rp 47 miliar bagi 235 lembaga pendidikan pedesaan, termasuk pondok pesantren yang tersebar di 31 provinsi.
Bantuan itu ditujukan untuk pengembangan TPKU yang disalurkan bagi 235 lembaga pendidikan sehingga masing-masing lembaga menerima Rp 200 juta. Dana itu diharapkan dapat segera direalisasikan untuk membangun atau mengembangkan TPKU agar dapat tercipta wirausaha-wirausaha baru di pedesaan.
"Dana itu diharapkan dapat digunakan untuk pengadaan tempat praktik dan fasilitas-fasilitasnya di lembaga pendidikan setingkat SMA," katanya.
Selain pengadaan tempat, sebagian dana harus digunakan untuk pengadaan fasilitas dan perlengkapan pelatihan.
Gedung TPKU dianggarkan sebesar Rp 100 juta, sebanyak Rp 50 juta harus digunakan untuk pengadaan peralatan, dan sisanya Rp 50 juta untuk biaya operasional. Neddy mencontohkan, TPKU dilengkapi dengan mesin jahit, alat-alat perbengkelan, dan lain-lain.
Guru atau mentor setempat akan melatih siswa-siswanya di TPKU sehingga diharapkan setelah lulus nanti mereka menjadi wirausaha baru di desa atau daerahnya masing-masing.
TPKU memang untuk menyiapkan siswa-siswa selevel SMA, termasuk pondok pesantren, menjadi calon wirausaha sehingga sama sekali tidak berorientasi bisnis.
Untuk menerima bantuan serupa, lembaga pendidikan yang bersangkutan harus mengajukan diri kepada Dinas Koperasi kabupaten/provinsi setempat agar diusulkan ke Kemenkop.
Kemenkop juga telah menetapkan sejumlah persyaratan tertentu bagi lembaga pendidikan penerima, di antaranya sudah beroperasi minimal selama dua tahun. "Untuk 2009 ini sudah ada lebih dari 900 lembaga pendidikan mengajukan untuk mendapatkan bantuan TPKU," katanya.
Pihaknya menetapkan penurunan target lembaga pendidikan penerima hanya sebanyak 100 lembaga pendidikan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah. "Kami masih melakukan konsolidasi program dan anggaran untuk 2009. Tapi Menkop sendiri menginginkan agar anggaran diperkuat dan lebih besar untuk program ini," katanya.
Untuk anggaran 2008, serapan anggaran dari Deputi Bidang Pengembangan SDM sudah mencapai lebih dari 94,14 persen dari total anggaran 2008 sebesar Rp 76 miliar.
Tak Praktik Komputer, Siswa Mogok
Ratusan siswa SMA Negeri 6 Ciputat, Tangerang, Banten, Senin (20/10), berunjuk rasa di halaman sekolah. Mereka mempertanyakan pengadaan komputer yang hingga kini tidak terealisasi. Padahal, biayanya sudah tiga tahun dibebankan kepada siswa.
Para siswa berkumpul di sekitar halaman sekolah serta kantin. Beberapa di antaranya membentangkan spanduk dan poster. Mereka mogok belajar sebagai bentuk protes terhadap penyelenggara sekolah yang tak kunjung menyediakan komputer untuk praktik.
Selam tiga tahun, dana pengadaan komputer sudah dibebankan kepada siswa sebesar Rp 250 ribu per tahun. Namun hingga kini mereka hanya belajar teori tanpa pernah praktik. Jika klaim siswa ini benar, maka jumlah uang pengadaan komputer ini mencapai ratusan juta rupiah.
Para siswa mengaku pernah mempertanyakan hal ini kepada pihak sekolah. Namun tak ada jawaban memuaskan. Usman, salah seorang guru meminta para siswa bersabar karena masih ada siswa yang belum membayar uang komputer.
Saat unjuk rasa berlangsung, pejabat kepala sekolah tak berada di tempat. Aktivitas belajar mengajar juga tiada. Para siswa mengancam terus mogok bila pengadaan komputer tak segera direalisasikan.
Ratusan siswa SMAN 1 Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, juga berunjuk rasa di halaman sekolah mereka. Mereka mendesak Mawardi agar mundur dari jabatannya sebagai kepala sekolah karena diduga korupsi pengadaan seragam dan beasiswa.
Para siswa sempat mencoba memasuki ruang kepala sekolah. Namun upaya itu dicegah sejumlah polisi berpakaian preman. Mereka akhirnya hanya bisa berorasi dan berteriak di halaman sekolah.
Setelah dua jam berunjuk rasa, tak satupun guru maupun kepala sekolah yang menemui mereka. Para siswa kesal dan membakar celana sekolah yang dianggap tidak berkualitas. Akibat aksi ini, proses belajar mengajar lumpuh. Siswa mengancam kembali beraksi jika dalam waktu sepekan tidak ada tindakan apapun.
Terkait kasus ini, dalam waktu dekat, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangkalan akan memanggil Mawardi untuk dimintai klarifikasi.
Para siswa berkumpul di sekitar halaman sekolah serta kantin. Beberapa di antaranya membentangkan spanduk dan poster. Mereka mogok belajar sebagai bentuk protes terhadap penyelenggara sekolah yang tak kunjung menyediakan komputer untuk praktik.
Selam tiga tahun, dana pengadaan komputer sudah dibebankan kepada siswa sebesar Rp 250 ribu per tahun. Namun hingga kini mereka hanya belajar teori tanpa pernah praktik. Jika klaim siswa ini benar, maka jumlah uang pengadaan komputer ini mencapai ratusan juta rupiah.
Para siswa mengaku pernah mempertanyakan hal ini kepada pihak sekolah. Namun tak ada jawaban memuaskan. Usman, salah seorang guru meminta para siswa bersabar karena masih ada siswa yang belum membayar uang komputer.
Saat unjuk rasa berlangsung, pejabat kepala sekolah tak berada di tempat. Aktivitas belajar mengajar juga tiada. Para siswa mengancam terus mogok bila pengadaan komputer tak segera direalisasikan.
Ratusan siswa SMAN 1 Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, juga berunjuk rasa di halaman sekolah mereka. Mereka mendesak Mawardi agar mundur dari jabatannya sebagai kepala sekolah karena diduga korupsi pengadaan seragam dan beasiswa.
Para siswa sempat mencoba memasuki ruang kepala sekolah. Namun upaya itu dicegah sejumlah polisi berpakaian preman. Mereka akhirnya hanya bisa berorasi dan berteriak di halaman sekolah.
Setelah dua jam berunjuk rasa, tak satupun guru maupun kepala sekolah yang menemui mereka. Para siswa kesal dan membakar celana sekolah yang dianggap tidak berkualitas. Akibat aksi ini, proses belajar mengajar lumpuh. Siswa mengancam kembali beraksi jika dalam waktu sepekan tidak ada tindakan apapun.
Terkait kasus ini, dalam waktu dekat, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangkalan akan memanggil Mawardi untuk dimintai klarifikasi.
Pencurian Listrik Gunakan Komputer
Tindak pencurian daya listrik belakangan ini semakin canggih saja. Di Bali misalnya, pencurian tidak lagi hanya dalam bentuk konvensional, tetapi telah menggunakan perangkat yang berbasis komputer.
"Modus operandi pencurian listrik telah mirip dengan aksi pembobolan uang pada anjungan tunai mandiri (ATM) bank di kota-kota besar," kata Kapolda Bali Irjen Pol Tengku Ashikin Husein di Denpasar, Rabu (3/12).
Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN Bali dengan Polda Bali tentang penindakan pencurian listrik, Kapolda menyebutkan, makin canggihnya modus operandi yang dipakai para pencuri listrik tersebut merupakan tantangan baru bagi polisi untuk menindaknya.
"Maling makin pintar, kita dituntut untuk mampu mengejar kemampuan mereka itu," ucapnya menandaskan.
Sejalan dengan digunakannya teknologi canggih untuk kepentingan kejahatan, lanjut Kapolda, pembuktian yang dilakukan petugas di lapangan juga menjadi semakin rumit.
"Cukup sulit mencari pembuktian pidana dalam kasus kejahatan yang telah memanfaatkan teknologi canggih," katanya.
Khusus untuk kasus pencurian energi listrik yang telah memanfaatkan komputer, kata Ashikin, pihaknya akan menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan jajaran PLN Bali dalam upaya penyelidikan dan pengungkapan di lapangan.
"Kita akan bersama-sama melakukan penyelidikan dan pembuktian di lapangan sehingga para pelaku dapat secepatnya diringkus," ujar Kapolda.
Penandatanganan MoU itu dilakukan Kapolda dengan General Manager (GM) PLN Distribusi Bali Ir Sudirman, disaksikan sejumlah pejabat teras kedua instansi tersebut.
"Modus operandi pencurian listrik telah mirip dengan aksi pembobolan uang pada anjungan tunai mandiri (ATM) bank di kota-kota besar," kata Kapolda Bali Irjen Pol Tengku Ashikin Husein di Denpasar, Rabu (3/12).
Usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN Bali dengan Polda Bali tentang penindakan pencurian listrik, Kapolda menyebutkan, makin canggihnya modus operandi yang dipakai para pencuri listrik tersebut merupakan tantangan baru bagi polisi untuk menindaknya.
"Maling makin pintar, kita dituntut untuk mampu mengejar kemampuan mereka itu," ucapnya menandaskan.
Sejalan dengan digunakannya teknologi canggih untuk kepentingan kejahatan, lanjut Kapolda, pembuktian yang dilakukan petugas di lapangan juga menjadi semakin rumit.
"Cukup sulit mencari pembuktian pidana dalam kasus kejahatan yang telah memanfaatkan teknologi canggih," katanya.
Khusus untuk kasus pencurian energi listrik yang telah memanfaatkan komputer, kata Ashikin, pihaknya akan menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan jajaran PLN Bali dalam upaya penyelidikan dan pengungkapan di lapangan.
"Kita akan bersama-sama melakukan penyelidikan dan pembuktian di lapangan sehingga para pelaku dapat secepatnya diringkus," ujar Kapolda.
Penandatanganan MoU itu dilakukan Kapolda dengan General Manager (GM) PLN Distribusi Bali Ir Sudirman, disaksikan sejumlah pejabat teras kedua instansi tersebut.
Mengutik Laba dari Jasa Servis Komputer
Perangkat komputer bukan lagi merupakan barang mewah. Pelajar, mahasiswa, atau karyawan biasanya memiliki komputer di rumah. Sebagian memang bukan bermerek alias komputer rakitan. Tapi, sebagian besar pemakai dan pemilik komputer tak mengetahui bagaimana teknis perbaikan kalau ada kerusakan.
Kebutuhan ini menjadi peluang,tersendiri di mata Iim Rusyamsi. Bermula dari membuka usaha perbaikan komputer di Mangga Dua Square, sejak lima tahun silam, Iim yang lulusan fakultas teknik itu mendirikan jaringan kemitraan jasa perbaikan komputer bernama Dokterkomputer.com.
Iim melihat, meski sebagian sudah melek komputer, kalau sudah menyangkut kerusakan, sebagian besar memilih menyerahkan perbaikan dan penawaran ke pihak lain. "Kami menguasai bidang ini. Jadi, kami lebih punya solusi," ungkapnya.
Sebenarnya, Iim sudah cukup lama berkecimpung dalam bisnis ini. Selulus kuliah, ia pernah bekerja pada orang lain. Tapi, sejak tahun 2005, ia memutuskan berwirausaha dengan membuka toko servis komputer sendiri. "Waktu itu, modal saya kurang dari Rp 100 juta. Sebagian saya pakai buat menyewa tempat dan perlengkapan operasional," katanya.
Pada awalnya, Iim tidak menyetok onderdil agar, bisa menghemat pengeluaran. Ia baru mencari onderdil jika ada kebutuhan. Agar cepat mendapatkan barnyak pelanggan, Iim menempuh cara promosi lewat dunia maya. Itulah sebabnya ia menamakan Dokterkomputer.com. Selain itu, untuk bisa memenangi hati pelanggan, Iim memberikan pelayanan berbeda dengan usaha sejenis. Seperti, memberikan layanan gratis antarjemput peralatan yang akan diservis, gratis peminjaman unit selama perangkat diservis, garansi tiga bulan, dan masih ada beberapa pelayanan lain.
Nah, setelah tiga tahun menjalani usahanya, sejak Juni lalu, Iim mulai memberanikan diri menawarkan sistem kemitraan mengembangkan usaha perbaikan komputer. "Saya ingin memberikan peluang bagi orang yang mengerti teknologi informasi (TI) memiliki bisnis di bidang yang dikuasai," ujarnya.
Dua tahun balik modal
Untuk menjadi mitra Dokterkomputer.com, calon mitra harus menginvestasikan uang sebesar Rp 92 juta. Rincinannya, lisensi merek selama lima tahun sebesar Rp 50 juta, pengadaan peralatan kantor Rp 30 juta, peralatan bengkel Rp 7 juta, dan perizinan usaha Rp 5 juta.
Dengan investasi sebesar itu, mitra mendapat fasilitas berupa pelatihan bagi tujuh orang pegawai selama dua minggu, dukungan sistem keuangan, penyediaan peralatan bengkel, dan dukungan penuh dari Iim bila mitra kesulitan.
Saat ini, sekitar 70 persen pelanggan Dokterkomputer.com berasal dari perusahaan. Dengan begitu, lokasi usaha sangat menentukan. lim memancang aturan, setiap satu kotamadya atau kabupaten, hanya boleh ada satu usaha Dokterkomputer.com. Tujuannya, melindungi area konsumen. "Luas usaha minimal 30 meter persegi," ujarnya.
Dokterkomputer.com menetapkan tarif jasa servis sebemulai Rp 100.000 per unit. Tarifnya bisa berbeda, tergantung kebutuhan onderdil dan jumlah unit yang diservis. "Rata-rata dalam sebulan, kami memperbaiki 80 unit komputer dengan rata-rata biaya perbaikan sebesar Rp 500.000," kata Iim.
Iim memperkirakan, pemasukan tiap gerai per bulan sekitar Rp 40 juta. Pendapatan kol sekitar 35 persen. Selebihnya untuk biaya onderdil, jasa antarjemput, serta biaya teknisi. "Kami mengenakan biaya royalti 21 persen," ujarnya. Setelah dipotong biaya operasional, pendapatan bersihnya sekitar Rp 3 juta. la memperkirakan, mitra balik modal dalam dua tahun.
Kebutuhan ini menjadi peluang,tersendiri di mata Iim Rusyamsi. Bermula dari membuka usaha perbaikan komputer di Mangga Dua Square, sejak lima tahun silam, Iim yang lulusan fakultas teknik itu mendirikan jaringan kemitraan jasa perbaikan komputer bernama Dokterkomputer.com.
Iim melihat, meski sebagian sudah melek komputer, kalau sudah menyangkut kerusakan, sebagian besar memilih menyerahkan perbaikan dan penawaran ke pihak lain. "Kami menguasai bidang ini. Jadi, kami lebih punya solusi," ungkapnya.
Sebenarnya, Iim sudah cukup lama berkecimpung dalam bisnis ini. Selulus kuliah, ia pernah bekerja pada orang lain. Tapi, sejak tahun 2005, ia memutuskan berwirausaha dengan membuka toko servis komputer sendiri. "Waktu itu, modal saya kurang dari Rp 100 juta. Sebagian saya pakai buat menyewa tempat dan perlengkapan operasional," katanya.
Pada awalnya, Iim tidak menyetok onderdil agar, bisa menghemat pengeluaran. Ia baru mencari onderdil jika ada kebutuhan. Agar cepat mendapatkan barnyak pelanggan, Iim menempuh cara promosi lewat dunia maya. Itulah sebabnya ia menamakan Dokterkomputer.com. Selain itu, untuk bisa memenangi hati pelanggan, Iim memberikan pelayanan berbeda dengan usaha sejenis. Seperti, memberikan layanan gratis antarjemput peralatan yang akan diservis, gratis peminjaman unit selama perangkat diservis, garansi tiga bulan, dan masih ada beberapa pelayanan lain.
Nah, setelah tiga tahun menjalani usahanya, sejak Juni lalu, Iim mulai memberanikan diri menawarkan sistem kemitraan mengembangkan usaha perbaikan komputer. "Saya ingin memberikan peluang bagi orang yang mengerti teknologi informasi (TI) memiliki bisnis di bidang yang dikuasai," ujarnya.
Dua tahun balik modal
Untuk menjadi mitra Dokterkomputer.com, calon mitra harus menginvestasikan uang sebesar Rp 92 juta. Rincinannya, lisensi merek selama lima tahun sebesar Rp 50 juta, pengadaan peralatan kantor Rp 30 juta, peralatan bengkel Rp 7 juta, dan perizinan usaha Rp 5 juta.
Dengan investasi sebesar itu, mitra mendapat fasilitas berupa pelatihan bagi tujuh orang pegawai selama dua minggu, dukungan sistem keuangan, penyediaan peralatan bengkel, dan dukungan penuh dari Iim bila mitra kesulitan.
Saat ini, sekitar 70 persen pelanggan Dokterkomputer.com berasal dari perusahaan. Dengan begitu, lokasi usaha sangat menentukan. lim memancang aturan, setiap satu kotamadya atau kabupaten, hanya boleh ada satu usaha Dokterkomputer.com. Tujuannya, melindungi area konsumen. "Luas usaha minimal 30 meter persegi," ujarnya.
Dokterkomputer.com menetapkan tarif jasa servis sebemulai Rp 100.000 per unit. Tarifnya bisa berbeda, tergantung kebutuhan onderdil dan jumlah unit yang diservis. "Rata-rata dalam sebulan, kami memperbaiki 80 unit komputer dengan rata-rata biaya perbaikan sebesar Rp 500.000," kata Iim.
Iim memperkirakan, pemasukan tiap gerai per bulan sekitar Rp 40 juta. Pendapatan kol sekitar 35 persen. Selebihnya untuk biaya onderdil, jasa antarjemput, serta biaya teknisi. "Kami mengenakan biaya royalti 21 persen," ujarnya. Setelah dipotong biaya operasional, pendapatan bersihnya sekitar Rp 3 juta. la memperkirakan, mitra balik modal dalam dua tahun.
Pengembangan Teknologi Nano Masih Parsial
Studi mengenai teknologi nano di Indonesia dirasakan masih minim. Jika pun ada, sifatnya masih parsial, belum terintegrasi baik. Padahal, teknologi ini akan berkembang pesat secara global selambat-lambatnya mulai satu dasawarsa ke depan.
"Perlu dipromosikan bagaimana caranya masing-masing disiplin ilmu berkumpul serta merumuskan kajian dan strategi teknologi nano yang ideal ke depannya," ucap Prof Filino Harahap, pengamat teknologi nano dari Institut Teknologi Bandung, Minggu (23/11). Teknologi nano mencakup mulai dari bidang teknik mesin, fisika, kimia, biologi, hingga farmasi.
Menurut dia, perguruan tinggi di bidang sains teknologi macam ITB belum memasukkan porsi semestinya ilmu teknologi nano ke dalam kurikulum.
Menurut Ratno Nuryadi dari Masyarakat Nanoteknologi Indonesia, riset tentang nanoteknologi di Indonesia saat ini sudah mulai bermunculan, baik di kampus maupun lembaga-lembaga penelitian pemerintah hingga swasta macam Mochtar Riyadi Institute.
Berdasarkan hasil survei, 85 persen responden perusahaan, khususnya bidang kosmetik dan farmasi, sudah mulai menerapkan riset nano. Hanya saja yang menjadi kendala, 89 persen bahan, terutama instrumennya, masih harus diimpor.
"Perlu dipromosikan bagaimana caranya masing-masing disiplin ilmu berkumpul serta merumuskan kajian dan strategi teknologi nano yang ideal ke depannya," ucap Prof Filino Harahap, pengamat teknologi nano dari Institut Teknologi Bandung, Minggu (23/11). Teknologi nano mencakup mulai dari bidang teknik mesin, fisika, kimia, biologi, hingga farmasi.
Menurut dia, perguruan tinggi di bidang sains teknologi macam ITB belum memasukkan porsi semestinya ilmu teknologi nano ke dalam kurikulum.
Menurut Ratno Nuryadi dari Masyarakat Nanoteknologi Indonesia, riset tentang nanoteknologi di Indonesia saat ini sudah mulai bermunculan, baik di kampus maupun lembaga-lembaga penelitian pemerintah hingga swasta macam Mochtar Riyadi Institute.
Berdasarkan hasil survei, 85 persen responden perusahaan, khususnya bidang kosmetik dan farmasi, sudah mulai menerapkan riset nano. Hanya saja yang menjadi kendala, 89 persen bahan, terutama instrumennya, masih harus diimpor.
Anti-Israel Terus Bergema
Sedikitnya 30 ribu orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi solidaritas di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ahad (4/1). Banyak yang disuarakan dalam aksi ini. Salah satunya menentang agresi militer Israel terhadap Palestina.
Bukan hanya itu, demonstran juga mengecam Amerika Serikat yang terus mendukung Israel. Tidak ketinggalan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut disorot karena dinilai tidak berdaya menghentikan serangan membabi-buta Israel.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat HTI berharap negara-negara Islam di Timur Tengah mendukung masyarakat Palestina dengan mengirimkan tentara ke kawasan yang tengah bergolak itu. Selain itu, massa juga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirimkan pasukan Indonesia ke Palestina.
Keramaian mengutuk agresi militer Israel tidak hanya di kawasan Monas. HTI juga mengerahkan sekitar 500 ribu orang yang beraksi di 14 kota besar. Di Samarinda, Kalimantan Timur, misalnya, massa HTI memenuhi jalan protokol. Selain mengecam penggunaan kekuatan militer, massa juga meminta PBB segera menjatuhkan sanksi bagi Israel [baca: Israel Memulai Serangan Darat].
Di Islamic Centre, Jakarta Utara, ribuan umat Islam juga berkumpul. Selain memanjatkan doa untuk warga Palestina dan perdamaian dunia, mereka juga meminta kedaulatan Masjidil Aqsa dikembalikan sepenuhnya kepada Palestina. Saat ini masjid yang dipakai Nabi Muhammad SAW untuk Isra-Mi'raj itu berada di bawah kekuasaan Israel.
Lalu lintas di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, pagi tadi juga tersendat. Ribuan anggota Partai Keadilan Sejahtera dan simpatisannya berjalan kaki di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Depok dengan Jakarta tersebut untuk mengutuk serangan Israel.
Di Surabaya, Jawa Timur, ratusan pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas negeri berdemo di depan Gedung Grahadi. Sebagai bentuk dukungannya, para pelajar mengibarkan Bendera Merah Putih yang disandingkan dengan bendera Palestina.
Tidak hanya Jakarta dan Surabaya. Demonstrasi menentang agresi militer Israel merebak di mana-mana. Di Padang, misalnya, ribuan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Sumatra Barat bergabung dan memenuhi jalan-jalan utama di kota tersebut. Tidak hanya berunjuk rasa, massa PKS juga menghimpun dana untuk diserahkan kepada rakyat Palestina. Hingga Ahad siang sudah terkumpul dana sebesar Rp 2,2 miliar.
Di Yogyakarta, ribuan massa Hizbut Tahrir memprotes sikap para pemimpin negara-negara Islam di Timur Tengah yang tidak berbuat sesuatu untuk menghentikan serangan Israel ke Palestina. Sementara di Bandung, demonstrasi mengecam kekejian militer Israel terhadap bangsa Palestina juga digelar kader dan simpatisan PKS. Sebagai bentuk kebencian, massa sengaja membentangkan bendera Israel di tengah Jalan Merdeka sehingga terlindas oleh kendaraan yang melewati jalan tersebut.
Di Semarang, Jawa Tengah, ribuan massa Hizbut Tahrir berorasi di Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang dan menyiarkan tuntutan agar Israel menghentikan agresinya ke Palestina, melalui corong radio. Sedangkan di Makassar, Sulawesi Selatan, massa berdemonstrasi dengan menggelar aksi teatrikal. Mereka juga membawa berbagai poster yang menggambarkan penderitaan rakyat Palestina akibat agresi militer Israel.
Sementara itu, invasi Israel yang belum ada tanda-tanda bakal berhenti, membuat berbagai kalangan di Tanah Air memberikan reaksi yang cenderung meningkatkan eskalasi politik. Sejumlah pos organisasi massa diserbu warga yang ingin berangkat berjihad ke Palestina.
Di Surakarta, Jawa Tengah, Front Pembela Islam sejak Jumat malam lalu membuka pos pendaftaran jihad Palestina. Pos ini pun langsung diserbu umat Islam setempat yang berkeinginan membela warga Palestina. Di Jatim, puluhan anggota Banser Jombang juga menyatakan diri sebagai pasukan berani mati dan siap diberangkatkan sewaktu-waktu.
Namun, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah pesimis terhadap upaya para relawan. Ia menilai untuk relawan yang bersifat medis saja amat tidak mudah masuk di wilayah terdepan. Apalagi menjadi relawan tempur. Akses ke wilayah Gaza sangat sulit ditembus [baca: Tim Relawan Mer-C Kembali Berangkat ke Palestina].
Karena itu, pemerintah mengimbau ekspresi solidaritas masyarakat dilakukan dalam bentuk bantuan uang atau obat-obatan sehingga bisa dibelikan bahan makanan yang diperlukan. Berdasarkan penelusuran SCTV, pemberian visa dalam praktik hubungan bernegara adalah otoritas negara masing-masing. Menilik situasinya amat sulit bagi Mesir dan Yordania jika harus memberikan visa bagi para sukarelawan
Bukan hanya itu, demonstran juga mengecam Amerika Serikat yang terus mendukung Israel. Tidak ketinggalan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut disorot karena dinilai tidak berdaya menghentikan serangan membabi-buta Israel.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat HTI berharap negara-negara Islam di Timur Tengah mendukung masyarakat Palestina dengan mengirimkan tentara ke kawasan yang tengah bergolak itu. Selain itu, massa juga meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirimkan pasukan Indonesia ke Palestina.
Keramaian mengutuk agresi militer Israel tidak hanya di kawasan Monas. HTI juga mengerahkan sekitar 500 ribu orang yang beraksi di 14 kota besar. Di Samarinda, Kalimantan Timur, misalnya, massa HTI memenuhi jalan protokol. Selain mengecam penggunaan kekuatan militer, massa juga meminta PBB segera menjatuhkan sanksi bagi Israel [baca: Israel Memulai Serangan Darat].
Di Islamic Centre, Jakarta Utara, ribuan umat Islam juga berkumpul. Selain memanjatkan doa untuk warga Palestina dan perdamaian dunia, mereka juga meminta kedaulatan Masjidil Aqsa dikembalikan sepenuhnya kepada Palestina. Saat ini masjid yang dipakai Nabi Muhammad SAW untuk Isra-Mi'raj itu berada di bawah kekuasaan Israel.
Lalu lintas di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, pagi tadi juga tersendat. Ribuan anggota Partai Keadilan Sejahtera dan simpatisannya berjalan kaki di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Depok dengan Jakarta tersebut untuk mengutuk serangan Israel.
Di Surabaya, Jawa Timur, ratusan pelajar dari sejumlah sekolah menengah atas negeri berdemo di depan Gedung Grahadi. Sebagai bentuk dukungannya, para pelajar mengibarkan Bendera Merah Putih yang disandingkan dengan bendera Palestina.
Tidak hanya Jakarta dan Surabaya. Demonstrasi menentang agresi militer Israel merebak di mana-mana. Di Padang, misalnya, ribuan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Sumatra Barat bergabung dan memenuhi jalan-jalan utama di kota tersebut. Tidak hanya berunjuk rasa, massa PKS juga menghimpun dana untuk diserahkan kepada rakyat Palestina. Hingga Ahad siang sudah terkumpul dana sebesar Rp 2,2 miliar.
Di Yogyakarta, ribuan massa Hizbut Tahrir memprotes sikap para pemimpin negara-negara Islam di Timur Tengah yang tidak berbuat sesuatu untuk menghentikan serangan Israel ke Palestina. Sementara di Bandung, demonstrasi mengecam kekejian militer Israel terhadap bangsa Palestina juga digelar kader dan simpatisan PKS. Sebagai bentuk kebencian, massa sengaja membentangkan bendera Israel di tengah Jalan Merdeka sehingga terlindas oleh kendaraan yang melewati jalan tersebut.
Di Semarang, Jawa Tengah, ribuan massa Hizbut Tahrir berorasi di Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang dan menyiarkan tuntutan agar Israel menghentikan agresinya ke Palestina, melalui corong radio. Sedangkan di Makassar, Sulawesi Selatan, massa berdemonstrasi dengan menggelar aksi teatrikal. Mereka juga membawa berbagai poster yang menggambarkan penderitaan rakyat Palestina akibat agresi militer Israel.
Sementara itu, invasi Israel yang belum ada tanda-tanda bakal berhenti, membuat berbagai kalangan di Tanah Air memberikan reaksi yang cenderung meningkatkan eskalasi politik. Sejumlah pos organisasi massa diserbu warga yang ingin berangkat berjihad ke Palestina.
Di Surakarta, Jawa Tengah, Front Pembela Islam sejak Jumat malam lalu membuka pos pendaftaran jihad Palestina. Pos ini pun langsung diserbu umat Islam setempat yang berkeinginan membela warga Palestina. Di Jatim, puluhan anggota Banser Jombang juga menyatakan diri sebagai pasukan berani mati dan siap diberangkatkan sewaktu-waktu.
Namun, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah pesimis terhadap upaya para relawan. Ia menilai untuk relawan yang bersifat medis saja amat tidak mudah masuk di wilayah terdepan. Apalagi menjadi relawan tempur. Akses ke wilayah Gaza sangat sulit ditembus [baca: Tim Relawan Mer-C Kembali Berangkat ke Palestina].
Karena itu, pemerintah mengimbau ekspresi solidaritas masyarakat dilakukan dalam bentuk bantuan uang atau obat-obatan sehingga bisa dibelikan bahan makanan yang diperlukan. Berdasarkan penelusuran SCTV, pemberian visa dalam praktik hubungan bernegara adalah otoritas negara masing-masing. Menilik situasinya amat sulit bagi Mesir dan Yordania jika harus memberikan visa bagi para sukarelawan
Langganan:
Postingan (Atom)